Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBeritaHukumKriminal

BNN-Polres Basel Gerebek Sukadamai, Amankan Satu Terduga Pengedar dan 5 Orang Positif Tes Urine

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID – Operasi terpadu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan bersama Polres Bangka Selatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyasar kawasan rawan narkoba Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Jumat (9/10/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan YP yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Selain itu, lima dari sembilan orang yang diperiksa di sebuah rumah biliar dinyatakan positif amphetamine dan methamphetamine berdasarkan hasil tes urine.

Dari lokasi operasi, petugas menemukan barang bukti berupa kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 4,83 gram. Sejumlah barang lain turut diamankan, yakni plastik bening berbagai ukuran, sekop dari pipet minuman, dua unit timbangan digital, satu unit telepon genggam merek Vivo, serta uang tunai Rp632.000.

YP Terduga pengedar beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polres Bangka Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi gabungan diawali dengan apel di halaman Polres Bangka Selatan yang dipimpin langsung Kapolres Bangka Selatan. Kegiatan ini melibatkan jajaran Polres Basel, Satuan Reserse Narkoba, Polsek Toboali, BNNK Bangka Selatan, dan Satpol PP.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih menjadi persoalan serius di Bangka Selatan. Meski berbagai upaya penindakan, edukasi, dan sosialisasi telah dilakukan, penanganan secara berkelanjutan tetap diperlukan.

Karena itu, operasi terpadu lintas instansi akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan Bangka Selatan Bersih Narkoba (Bersinar).

Baca juga  Kunker ke Pangkalpinang.id, Bupati Beltim Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik ala HIPMI

Sementara itu, Kepala BNN Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E, M.M, mengatakan, selain mengamankan terduga pengedar, petugas memeriksa sembilan orang yang sedang bermain judi di sebuah rumah biliar. Hasil pemeriksaan menunjukkan lima orang positif amphetamine dan methamphetamine.

“Hasil tes urine positif tersebut masih memerlukan tindak lanjut dan pemeriksaan sesuai prosedur untuk menentukan langkah penanganan terhadap masing-masing orang,” ungkap Hendra Amoer.

Lanjut Hendra Amoer, operasi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan Kampung Sukadamai sebagai kawasan rawan narkoba. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi, sosialisasi, dan program pemulihan yang melibatkan masyarakat.

“Sinergi BNNK Bangka Selatan, Polres Bangka Selatan, dan Satpol PP diharapkan mampu memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menekan peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut,” tegas Hendra Amoer.

Melalui operasi terpadu dan keterlibatan masyarakat, Kampung Sukadamai diharapkan dapat menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“5 dari 9 orang yang dilakukan tes urine positif narkoba ini menunjukan fakta bahwa kurang lebih 60% terdapat penyalahguna narkoba. Angka ini patutlah kita merasa prihatin untuk kita sikapi bersama-sama memerangi narkoba dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, hal ini tentu membutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama,” pungkas Hendra Amoer. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!