Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

BNN Basel Temukan Anak SD di Toboali Sudah Mengenal Sabu dan Kratom

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan menemukan fakta memprihatinkan saat menggelar sosialisasi bahaya narkoba disalah satu SD Negeri di Toboali. Sejumlah siswa sekolah dasar diketahui sudah mengenal narkoba jenis sabu hingga kratom dari lingkungan sekitar mereka.

Temuan tersebut terungkap dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilaksanakan Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BNNK Bangka Selatan dalam program ANANDA Bersinar, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dipandu oleh Amelia Meda Septira, S.K.M dan Ines Indiana, M.Pd dengan sasaran para siswa SD Negeri di Toboali.

Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya narkoba sejak usia dini.

“Materi yang diberikan meliputi pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan, serta cara membangun ketahanan diri agar mampu menolak ajakan menggunakan narkoba,” ujar Hendra Amoer.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat antusias mengikuti penyampaian materi. Mereka aktif mendengarkan dan menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan tim KIE BNNK Bangka Selatan.

Namun, suasana menjadi perhatian serius ketika tim menanyakan tentang bentuk sabu. Beberapa siswa mengaku pernah melihat langsung bentuk sabu serta mengetahui bagaimana cara penggunaannya.

Tidak hanya itu, saat ditanya di mana mereka pernah melihat penggunaan sabu, sejumlah siswa menjawab pernah melihat orang menggunakan sabu dan meminum kratom di kawasan hutan.

Baca juga  BNNK Bangka Selatan Terima 15 Klien Hasil Operasi Antik Menumbing 2026

Menurut Hendra, kondisi tersebut menunjukkan bahwa paparan narkoba dan zat adiktif sudah mulai dikenal anak-anak pada usia dini, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena anak-anak telah mengenal bentuk serta penggunaan sabu pada usia yang belum seharusnya,” katanya.

Tim KIE BNNK Bangka Selatan juga menanyakan alasan orang menggunakan kratom. Anak-anak menjawab zat tersebut digunakan agar tubuh terasa kuat dan tidak mudah lemas.

Melihat kondisi itu, BNNK Bangka Selatan mengimbau para siswa agar tidak pernah mencoba zat adiktif seperti rokok, alkohol maupun lem aibon yang dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, anak-anak juga diberikan pemahaman untuk berani menolak ajakan maupun pemberian dari orang yang tidak dikenal sebagai langkah memperkuat ketahanan diri terhadap pengaruh narkoba.

Hendra menegaskan, ancaman narkoba saat ini semakin mengarah kepada kelompok usia muda dengan modus dan jenis yang semakin beragam. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar anak-anak memahami bahwa narkoba merupakan ancaman yang harus dijauhi.

“Program ANANDA Bersinar hadir untuk memberikan perlindungan dan bekal pengetahuan kepada anak-anak agar tidak mudah terpengaruh narkoba,” tegas Hendra Amoer. (GM)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!