Produk UMKM Mitra Binaan Ludes di Bazar PT TIMAH, Omzet Pelaku Usaha Meningkat

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Bazar UMKM yang digelar PT TIMAH (Persero) Tbk di Graha Timah, Pangkalpinang, menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet dan memperluas pasar. Sejumlah produk mitra binaan bahkan laris terjual selama kegiatan berlangsung pada 28–30 September 2026.
Bazar ini digelar bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) Perusahaan Jasa Penambangan (PJP), refreshment eProc unsur pemakai dan unsur teknis, serta FGD Penyedia Barang/Jasa PT TIMAH (Persero) Tbk.
Melalui kegiatan tersebut, PT TIMAH memberikan ruang bagi UMKM mitra binaan untuk memasarkan produk secara langsung kepada karyawan dan peserta kegiatan.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari aneka kuliner, minuman, rajutan, aksesori hingga produk lokal lainnya. Selain membuka ruang transaksi langsung, PT TIMAH juga menggunakan produk UMKM sebagai suvenir bagi peserta kegiatan.
Dukungan ini memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus membuka peluang pemasaran baru bagi pelaku usaha.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya adalah Nur Fatimah, pemilik Hamidah Snack&Cake. Ia membawa sejumlah produk kuliner, seperti putu ayu, soes, ketan hitam keju lumer dan klapertart.
Nur Fatimah mengaku produk yang dijualnya pada hari pertama bazar habis terjual. Kondisi tersebut mendorongnya menambah jumlah produk pada hari berikutnya.
“Alhamdulillah, semuanya habis kemarin. Hari ini saya tambah jumlahnya hasilnya cukup lumayan. Saya sudah beberapa kali ikut kegiatan seperti ini dan luar biasa, ada peningkatan omset,” kata Nur Fatimah.
Menurutnya, bazar yang difasilitasi PT TIMAH tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen baru.
Selama ini, ia memanfaatkan WhatsApp, media sosial dan rekomendasi pelanggan untuk memasarkan produknya. Melalui bazar, ia bisa berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus membangun relasi dengan pelaku usaha lainnya.
“Dari sisi kami, selain produk bisa dikenal, ada promosi dan bertemu dengan mitra usaha lainnya. Jadi sangat membantu,” ujarnya.
Manfaat bazar juga dirasakan Nia Kurnia yang menawarkan produk minuman berupa teh rosella, teh hijau dan teh Solo.
Ia mengapresiasi antusiasme karyawan PT TIMAH yang turut membeli produk UMKM. Menurutnya, partisipasi karyawan memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan pelaku usaha.
“Sangat membantu. Karyawan PT TIMAH juga royal, sambil jajan mereka ikut membantu UMKM,” ungkap Nia.
Ia berharap kesempatan mengikuti bazar dapat diberikan lebih sering agar pelaku UMKM memiliki akses pemasaran yang semakin luas.
Hal senada disampaikan Sundari, pemilik usaha Pempek Ak Sun, yang membawa pempek tenggiri, pempek udang dan bakwan.
Sundari mengatakan, bazar menjadi salah satu peluang bagi pelaku usaha untuk mempertahankan penjualan di tengah kondisi pasar yang sedang sepi.
“Sekarang pangsa pasar memang agak sepi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, penjualan UMKM sangat terbantu,” kata Sundari.
Ia berharap dukungan pemasaran melalui bazar dapat terus berlanjut, termasuk dalam kegiatan perusahaan yang tidak terlalu besar.
“Harapannya semakin sering diundang. Meskipun acaranya tidak terlalu ramai, tetap sangat membantu kami,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan bazar dan pemanfaatan produk UMKM sebagai suvenir, PT TIMAH menghadirkan dukungan pemasaran yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
Selain membantu meningkatkan transaksi, langkah ini membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas, menjaring pelanggan baru dan membangun jaringan usaha.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pengembangan UMKM mitra binaan agar semakin berkembang dan mampu memperluas jangkauan pasar.
Sumber : www.timah.com





