PT Timah Raih Penghargaan PRISMA dari Kemenkumham, Bukti Komitmen pada HAM dalam Bisnis

JAKARTA – PT Timah Tbk berhasil meraih Penghargaan Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia (PRISMA) dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada PT Timah yang dinilai telah memenuhi standar penilaian risiko bisnis berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri HAM, Natalius Pigai, kepada Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk, Andi Seto Gadhista Asapa, dalam acara yang berlangsung di Hotel Westin Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Program PRISMA merupakan inisiatif Kemenkumham yang bertujuan mendorong perusahaan di Indonesia untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip HAM ke dalam seluruh aspek kegiatan bisnis.
Penilaian ini mencakup 12 indikator, di antaranya kebijakan HAM, kondisi dan tenaga kerja, serikat pekerja, privasi, pencegahan diskriminasi, pengelolaan lingkungan, agraria dan masyarakat adat, tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR), hingga mekanisme pengaduan masyarakat.
Menteri HAM Natalius Pigai menjelaskan bahwa penghargaan ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 60 Tahun 2023 tentang Strategi Nasional Bisnis dan HAM. Melalui peraturan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk menghormati HAM.
“Untuk saat ini sifatnya masih sukarela, namun ke depan, pada 2027 atau 2028, kewajiban ini akan bersifat mandatory (wajib). Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada perusahaan yang sudah lebih dulu mematuhi prinsip-prinsip HAM melalui PRISMA,” ujar Natalius Pigai, dikutip dari RRI.co.id.
Pigai juga menekankan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari upaya perusahaan dalam mengimplementasikan HAM, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab.
“Prisma adalah program yang membantu perusahaan menganalisa risiko pelanggaran HAM dari kegiatan bisnisnya. Penghargaan ini berlaku satu tahun, jadi jangan terlalu merasa puas dulu, tetap tingkatkan komitmen,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah, Andi Seto Gadhista Asapa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan ini.
“Penghargaan PRISMA menjadi bukti nyata komitmen PT Timah dalam memastikan bahwa kegiatan bisnis kami tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghormati dan melindungi hak asasi manusia. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dengan penghargaan ini, PT Timah semakin mempertegas perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek keadilan, kesetaraan, dan perlindungan hak-hak dasar manusia. (Shin)
sumber : www.timah.com





