BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Menata Birokrasi, Mendekatkan Layanan di 100 Hari Kerja Nyata: Gubernur Hidayat Arsani Hadirkan Energi Baru untuk Babel

PANGKALPINANG — Tepat 100 hari sejak resmi dilantik sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 17 April 2025, Hidayat Arsani menunjukkan kerja nyata melalui serangkaian terobosan strategis.

Dalam waktu yang terbilang singkat, Gubernur Hidayat Arsani berhasil menghadirkan energi baru bagi Provinsi Babel—baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pelayanan publik yang lebih mendekat ke masyarakat.

Komitmen kuat itu diwujudkan lewat fokus pada dua pilar utama: penataan birokrasi yang bersih dan responsif, serta peningkatan akses dan kualitas layanan publik.

Sejak awal masa jabatannya, Gubernur Hidayat Arsani tidak menunda waktu untuk melakukan penataan ulang birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah awalnya adalah memperkuat budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang disiplin, berintegritas, dan melayani.

Langkah ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menyasar pada sistem pengawasan kinerja yang lebih akuntabel dan transparan. Evaluasi kinerja OPD diperketat, dan pejabat yang tidak mampu memenuhi target pelayanan mulai diminta untuk memperbaiki kinerja mereka secara cepat dan terukur.

“Babel butuh birokrasi yang melayani, bukan yang dilayani. Kita harus mengubah cara lama yang lambat dan tidak responsif,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.

Penegakan disiplin, efisiensi anggaran, serta pembersihan praktik birokrasi yang berbelit menjadi fokus awal perubahan. Reformasi ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekaligus mempercepat pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

Salah satu perubahan yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kemudahan akses terhadap layanan publik.

Dalam 100 hari pertama, Hidayat mendorong sistem jemput bola, khususnya untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan perizinan.

Digitalisasi layanan publik juga menjadi agenda utama. Portal layanan berbasis daring dikembangkan agar masyarakat tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang dan proses birokrasi yang berulang.

Layanan administrasi kependudukan dan perizinan usaha kini mulai bertransformasi menuju layanan satu pintu berbasis teknologi.

Di beberapa kabupaten/kota, Pemprov telah meluncurkan pilot project mobil layanan keliling yang menyasar daerah-daerah terpencil, terutama pulau-pulau kecil.

“Kita harus hadir di tempat-tempat yang jauh dari pusat. Masyarakat di desa dan pesisir juga berhak mendapatkan pelayanan yang cepat dan adil,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.

Baca juga  Abie Projo: Wagub Hellyana Jangan Main Drama! Kalau Tak Siap Diatur, Silakan Mundur

Di luar aspek birokrasi dan pelayanan publik, Gubernur Hidayat Arsani juga berani melakukan gebrakan di sektor ekonomi.

Dalam 100 hari pertamanya, ia menyiapkan kebijakan pemangkasan regulasi yang menghambat investasi dan memberikan insentif kepada investor yang berkomitmen mengembangkan ekonomi lokal.

Fokusnya tertuju pada tiga sektor utama: pariwisata, pertanian, dan perikanan—yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Babel.

Promosi daerah dilakukan lebih agresif, baik melalui forum nasional maupun internasional. Pemerintah Provinsi mulai menjajaki kerja sama strategis dengan pelaku usaha, BUMN, hingga UMKM untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ekonomi daerah harus tumbuh dari bawah. Kita siapkan infrastrukturnya, SDM-nya, dan dukungan regulasinya,” kata Hidayat dalam pertemuan dengan pelaku UMKM baru-baru ini.

Gubernur Hidayat Arsani menekankan bahwa perubahan Babel tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk pemuda, tokoh agama, pelaku usaha, dan media—untuk bersama-sama menjadi bagian dari proses transformasi.

Pendekatan kolaboratif ini membuat gaya kepemimpinannya diterima dengan baik oleh banyak pihak. Ia juga aktif mendengar langsung aspirasi warga, bahkan melalui program blusukan ke kampung-kampung dan nelayan di pesisir.

Seratus hari kerja ini hanyalah awal dari perjalanan panjang. Namun, fondasi yang telah diletakkan oleh Gubernur Hidayat Arsani membuka harapan baru bagi masyarakat Bangka Belitung.

Dengan birokrasi yang mulai bersih, layanan yang makin dekat, dan kebijakan yang pro-rakyat, Gubernur Hidayat berhasil menampilkan wajah baru pemerintahan yang berpihak pada pelayanan dan kemajuan daerah.

“Babel ini punya potensi besar. Kalau kita kelola dengan hati dan integritas, saya yakin kita bisa menjadi provinsi yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkas Gubernur penuh semangat.

Mari bersama mendukung transformasi Bangka Belitung menuju masa depan yang berbudaya, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (YG)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!