Rusi Sartono Turun Langsung Jadi Relawan Operasi Katarak Gratis, 130 Warga Bangka Selatan Kembali Melihat

BANGKA SELATAN — Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, Rusi Sartono, S.IP, menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dengan turun langsung sebagai relawan dalam kegiatan operasi katarak gratis yang digelar di UPT Puskesmas Airgegas pada Sabtu (26/7/2025).
Aksi sosial ini menjadi bagian dari program kemanusiaan tahunan Yayasan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya di Bangka Selatan.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi AMCF dengan RS Rhanaka dan RS Bakti Timah Pangkalpinang, didukung pula oleh berbagai elemen daerah seperti Asisten Bupati, Kapolsek Airgegas, PLN, serta puluhan relawan lokal.
Rusi: “Kegiatan Ini Bukan Sekadar Operasi, Tapi Memberi Harapan Baru”
Dalam keterangannya, Rusi menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan yang mampu membuka kembali harapan hidup bagi ratusan warga yang menderita katarak.
“Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Kami sangat bersyukur kegiatan ini kembali bisa dilaksanakan di Airgegas. Ini sudah tahun ketiga, dan manfaatnya nyata bagi masyarakat yang selama ini terganggu penglihatannya,” kata Rusi yang tampak aktif membantu sejak proses persiapan hingga hari pelaksanaan.
Keikutsertaan Rusi Sartono bukan sebatas seremoni. Ia benar-benar hadir sebagai relawan yang mendampingi pasien, memberi semangat, dan bahkan ikut mengatur jalannya proses pelayanan di lapangan.
130 Pasien Jalani Operasi, Dari 158 Pendaftar
Kegiatan ini dimulai sehari sebelumnya, yakni Jumat (25/7/2025) dengan tahap screening ketat terhadap 158 pendaftar. Dari proses tersebut, ditetapkan kuota 150 pasien, dan pada hari pelaksanaan, 130 pasien hadir dan berhasil menjalani operasi katarak dengan sukses.
Pelaksanaan operasi berada di bawah komando dr. Edwin Bayu Saputra, Sp.M, dokter spesialis mata dari RS Rhanaka dan RS Bakti Timah Pangkalpinang. Tak hanya itu, enam dokter spesialis mata dari Palembang juga didatangkan khusus untuk memperkuat tim medis, memastikan pelayanan optimal untuk setiap pasien.

Semua Gratis, Pasien Difasilitasi Makan, Obat, dan Pendampingan
Kegiatan ini sepenuhnya gratis, ditanggung oleh AMCF. Mulai dari pemeriksaan mata, tindakan medis, konsumsi, hingga obat-obatan — semuanya disiapkan tanpa biaya sepeser pun dari pasien. Para pendamping dan relawan juga disediakan konsumsi yang layak selama kegiatan berlangsung.
Rusi Sartono tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk relawan-relawan muda seperti Habibi, Manaf, Maringgis, Sandi, Emon, dan Herman yang dinilai telah bekerja keras dan menunjukkan ketulusan luar biasa dalam membantu masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada AMCF dan seluruh tenaga medis. Terlebih kepada para relawan lokal yang menjadi ujung tombak suksesnya kegiatan ini. Mereka luar biasa,” tambah Rusi.

AMCF dan Jejak Kemanusiaan Sejak 2002
Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) adalah organisasi kemanusiaan internasional yang telah aktif di Indonesia sejak tahun 2002.
Hingga kini, AMCF telah berkontribusi besar dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan, antara lain:
1.313 masjid dibangun
8 kapal kemanusiaan dioperasikan
4 pusat kemanusiaan berdiri
27 klinik kesehatan aktif
26 sekolah dan 100 panti asuhan dijalankan
9 stasiun radio dan 20 lembaga pendidikan Islam didirikan
Dalam bidang kesehatan mata, AMCF telah menjadikan operasi katarak gratis sebagai program prioritas, menjangkau daerah-daerah dengan keterbatasan layanan kesehatan, seperti Bangka Selatan.
Harapan ke Depan
Rusi Sartono berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun dan bisa menjangkau wilayah lain di Bangka Selatan yang masih membutuhkan.
“Ini bentuk pelayanan kemanusiaan yang nyata. Kita semua harus bergandeng tangan — pemerintah, organisasi, dan masyarakat — agar bisa terus memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tutup Rusi dengan penuh optimisme.
Operasi katarak gratis di Airgegas bukan hanya sekadar layanan kesehatan, tapi sebuah gerakan kepedulian. Dan kehadiran sosok seperti Rusi Sartono menjadi simbol bahwa pejabat publik bisa hadir langsung sebagai pelayan rakyat, bukan hanya sebagai pengambil keputusan. (Eboy)





