
KARIMUN — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PT Timah Tbk di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, berlangsung meriah dan sarat makna pada Minggu, 20 Juli 2025.
Di tengah kemeriahan acara, PT Timahn Tbk menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan ekonomi lokal dengan menggelar Bazaar UMKM yang melibatkan 33 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah sekitar.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Upacara Kantor PT Timah di Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, dan menjadi bagian integral dari rangkaian perayaan ulang tahun perusahaan tambang tersebut.
Ribuan masyarakat dari berbagai desa di Kundur hadir dan ikut menyemarakkan kegiatan, yang diawali dengan Jalan Sehat sejauh 3 kilometer dan diakhiri dengan hiburan serta bazaar produk-produk unggulan lokal.
Sebanyak 33 UMKM lokal turut ambil bagian dalam bazaar ini. Mereka menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman olahan lokal, madu kesehatan, snack kemasan, hingga kerajinan tangan seperti bingkai foto dan aksesoris yang mengangkat nilai budaya dan sumber daya lokal.
Bazar ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk mereka kepada ribuan pengunjung yang hadir. Suasana yang panas tak menyurutkan antusiasme masyarakat.
Usai mengikuti jalan sehat, banyak peserta memilih beristirahat di sekitar area bazaar sambil menikmati aneka produk UMKM yang ditawarkan.
“Alhamdulillah, dari pagi stand kami tidak pernah sepi. Banyak warga mencicipi snack kami, bahkan ada karyawan PT Timah yang membeli madu dalam jumlah besar,” ungkap Nur Aisyah, pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Nur Aisyah menjual produk berupa makanan ringan kemasan, kerajinan tangan, dan madu kesehatan. Ia mengaku bersyukur dan senang bisa bergabung dalam bazaar, karena acara ini memberinya kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah yang sudah mengikutsertakan kami. Ini bukan hanya soal berjualan, tapi soal membangun jaringan dan memperkenalkan brand kami ke masyarakat luas,” tambahnya.
Kegiatan bazaar ini bukan sekadar pelengkap seremonial. Ini adalah bagian dari komitmen PT Timah Tbk untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di wilayah operasionalnya, khususnya pelaku UMKM.
Melalui pendekatan yang kolaboratif, PT Timah ingin menciptakan ruang yang sehat dan produktif bagi usaha kecil agar terus berkembang dan mandiri.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Kami ingin ulang tahun perusahaan ini juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Kami senang melihat antusiasme warga dan keberhasilan pelaku UMKM hari ini,” ujar salah satu panitia acara dari PT Timah Tbk.
PT Timah Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus mengembangkan program-program yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Bazaar UMKM seperti ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata yang berdampak langsung terhadap roda ekonomi warga.
Bagi masyarakat, kehadiran PT Timah dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tambang juga bisa menjadi mitra pembangunan, bukan sekadar pelaku eksploitasi sumber daya.
Bagi pelaku UMKM, momen ini bukan sekadar berjualan, melainkan pengakuan atas eksistensi dan kualitas produk lokal. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan pelanggan baru, jaringan dagang, dan bahkan pesanan lanjutan setelah acara.
Bagi PT Timah sendiri, acara ini menjadi bukti bahwa perayaan ulang tahun perusahaan bisa diubah menjadi medium membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat.
HUT ke-49 PT Timah Tbk Area Kundur ini membuktikan bahwa perayaan perusahaan tidak harus eksklusif atau mewah, melainkan bisa menjadi ajang kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dari lapak-lapak sederhana di tenda UMKM, harapan besar lahir — bahwa usaha kecil bisa naik kelas, jika diberi panggung dan peluang yang nyata.
Dengan kegiatan seperti ini, PT Timah sekali lagi menunjukkan bahwa tambang bukan hanya soal menggali bumi, tetapi juga soal menumbuhkan mimpi masyarakat yang tinggal di atasnya. (Shin)
sumber: www.timah.com





