Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan: “Stop Main Politik, Jangan Main Judi!” — 122 Pejabat Babel Dilantik

PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, kembali menegaskan komitmennya untuk menegakkan integritas dan profesionalisme dalam tubuh birokrasi Pemerintah Provinsi Babel.
Dalam pelantikan 122 pejabat eselon III dan IV yang digelar di Pangkalpinang, Selasa (16/7/2025), Hidayat menyampaikan pesan keras dan lugas yang menggema di hadapan para ASN.
“Stop bermain politik, jangan main judi!” seru Hidayat dalam sambutannya yang penuh penekanan dan peringatan tegas. Ia menyampaikan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas, bukan dijadikan alat untuk bermain kekuasaan.
“Saya tidak mau ke depan PNS bermain politik. Jabatan ini bukan alat untuk berpolitik. Kalau saya tahu, saya copot!” tegasnya lagi, mengirimkan sinyal kuat bahwa dirinya tak akan mentolerir ASN yang melenceng dari nilai-nilai netralitas dan profesionalitas.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengecam praktik-praktik negatif yang masih kerap terjadi dalam lingkungan birokrasi, seperti judi dan uang pelicin dalam mutasi jabatan. Ia menegaskan bahwa dirinya menginginkan tata kelola yang bersih, dan setiap proses mutasi harus dilakukan tanpa campur tangan kepentingan dan transaksi.
“Saya ingatkan, jangan main judi karena itu bikin celaka. Dan saya ingin semua mutasi dilakukan tanpa uang pelicin. Kalau ada yang main-main, siap-siap saya tindak,” tegasnya lagi.
Gubernur Hidayat Arsani juga menyatakan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi yang murni dan objektif. Namun, ia menegaskan bahwa jabatan itu bukan “hak selamanya”, melainkan sebuah kepercayaan yang harus dibuktikan dalam waktu dekat.
“Saya kasih waktu tiga bulan. Kalau tidak sesuai harapan, saya mohon maaf. Akan saya copot. Saya ingin yang duduk di jabatan itu benar-benar profesional dan bisa bekerja,” ucap Hidayat.
Dalam arahannya, Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi dan keselarasan kerja antarlembaga, dengan prinsip “satu matahari”, yang berarti tidak boleh ada ego sektoral di dalam pemerintahan.
“Tidak boleh ada ego. Semua harus bekerja dalam satu komando untuk rakyat,” katanya.
Gubernur juga memberi perhatian khusus pada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), yang disebutnya sebagai ujung tombak pelaksanaan anggaran. Ia mewanti-wanti agar para PPTK menjalankan tugas dengan benar dan tidak bermain-main dengan anggaran.
“PPTK juga akan saya tindak kalau tidak benar. Ingat, jabatan itu amanah, bukan hak selamanya,” ujarnya tajam.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momen konsolidasi dan arah baru pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani yang menekankan nilai integritas, kinerja, dan ketegasan.
Pesannya jelas dan tegas: Tidak ada tempat bagi ASN yang tidak sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan kerja untuk rakyat.
“Saya adalah gubernur yang betul-betul. Dan saya ingin para pejabat juga betul-betul bekerja untuk rakyat,” tutupnya penuh keyakinan. (Yud)





