PT Timah Tanam 157 Coral Garden, Lestarikan Laut dan Dorong Wisata Bahari Bangka Belitung

PANGKALPINANG – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian ekosistem laut melalui berbagai program berkelanjutan, Rabu (30/4/2025).
Salah satu langkah nyatanya adalah penanaman coral garden atau kebun karang di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selama periode 2022 hingga 2024, PT Timah telah menenggelamkan sebanyak 157 unit coral garden di berbagai lokasi strategis, di antaranya di Perairan Pulau Putri, Kabupaten Bangka, dan Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah.
Penenggelaman struktur kebun karang ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan komunitas penyelam dan nelayan lokal, sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar.
Struktur coral garden dirancang sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang baru yang akan menjadi habitat berbagai biota laut. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem laut, tetapi juga mendorong potensi pariwisata bawah laut yang dapat mendongkrak perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Departemen Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan mengungkapkan, beberapa coral garden yang telah ditanam terbukti menunjukkan perkembangan positif.
Di Perairan Pulau Putri, misalnya, struktur yang ditenggelamkan telah mulai ditempeli oleh karang alami dan menjadi tempat bermain bagi ikan-ikan. Pemandangan bawah laut yang semakin indah ini berpotensi menjadi spot wisata bahari baru.
“PT Timah secara berkelanjutan melaksanakan penenggelaman coral garden. Ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam pelestarian laut. Terumbu karang yang sehat menarik lebih banyak ikan dan biota laut lainnya, serta menjadi pemandangan bawah laut yang indah, sehingga dapat dikembangkan sebagai objek wisata,” ujar Anggi Siahaan.
Tak hanya membangun, PT Timah juga melakukan pemantauan rutin terhadap pertumbuhan coral garden. Mereka menggandeng akademisi dan masyarakat lokal untuk memastikan proses restorasi berjalan optimal.
Sementara itu, Indra Ambalika, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, menilai program coral garden ini sebagai langkah penting dalam fase ketiga restorasi terumbu karang.
Menurutnya, Pulau Putri memiliki keanekaragaman hayati laut yang kaya dan sangat potensial menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu kelautan.
“Coral garden yang telah dibangun ini diharapkan menjadi habitat subur bagi berbagai spesies laut. Selain sebagai tempat konservasi, lokasi ini juga akan menarik minat wisatawan dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” ungkap Indra.
Melalui penanaman karang jenis acropora dan kombinasi karang alami, ekosistem laut di Pulau Putri diyakini akan segera pulih.
Coral garden ini bukan hanya rumah bagi ikan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi dalam menjaga kelestarian laut. (Shin)
sumber: www.timah.com





