Dekranasda Pangkalpinang Jadikan Bandara Depati Amir Etalase UMKM Lokal

PANGKALPINANG, GARUDA MERDEKA.ID — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pangkalpinang menjadikan Bandara Depati Amir sebagai panggung promosi produk lokal melalui partisipasinya dalam Airport Local Pride Festival yang digelar mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kegiatan ini melibatkan 22 UMKM yang bergerak di sektor kriya, fashion, dan kuliner khas Bangka.
Kepala Dekranasda Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE, yang akrab disapa Bunda Susanti mengatakan partisipasi institusi tersebut bertujuan menjadikan bandara sebagai etalase produk lokal agar karya perajin dan pelaku usaha kreatif daerah mudah dijangkau wisatawan serta pengguna jasa penerbangan.
“Melalui Airport Local Pride Festival, kami ingin menjadikan Bandara Depati Amir sebagai etalase produk lokal Pangkalpinang. Sebanyak 22 UMKM kami libatkan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap perajin dan pelaku usaha kreatif agar produk mereka semakin dikenal dan memiliki daya saing,” ujar Bunda Susanti.
Dalam festival ini dipamerkan beragam produk unggulan daerah, mencakup:
Tekstil dan fashion: batik (termasuk Batik Pinang Sirih, Batik Kampung Katak), kain cual, produk fashion kreatif, dan kaos (O’Bross Collection, Kaos Basing).
Kerajinan tangan: rajutan (Gadhisa Rajutan), kerajinan kayu (Kerajinan Kayu Garis), pewter (EnE Pewter), decoupage (3’shesca Decoupage), serta kerajinan lain (F n F Handycraft, Huda Craft, Ishadi Cual, Ganci Reskita, Bangka Grafity, D’Bhori, Flo Ecoprint, Lapuan Galery, Ngeruit, Cik Piong, Kritcu).
Aksesoris dan topi tradisional: Kopiah Resam Aloeng.
Kuliner dan snack khas: Ampiang Cantiqa, The King Dalgona, Shorei, dan produk makanan minuman khas Bangka lainnya.

Daftar lengkap UMKM peserta yang disebutkan antara lain: Batik Pinang Sirih, 3’shesca Decoupage, O’Bross Collection, Kaos Basing, Gadhisa Rajutan, Kopiah Resam Aloeng, F n F Handycraft, Huda Craft, Ishadi Cual, Ganci Reskita, EnE Pewter, Bangka Grafity, Kerajinan Kayu Garis, D’Bhori, Flo Ecoprint, Batik Kampung Katak, Lapuan Galery, Ngeruit, Cik Piong, Kritcu, Ampiang Cantiqa, The King Dalgona, dan Shorei.
Dekranasda menegaskan festival ini bukan sekadar promosi visual, melainkan langkah strategis untuk:
Meningkatkan visibilitas produk kepada wisatawan domestik dan pengguna bandara yang menjadi target pasar langsung.
Membuka peluang pasar baru dan jaringan pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Memperkuat citra Pangkalpinang sebagai kota kreatif yang inklusif dan berakar pada budaya lokal.
Mendekatkan UMKM dengan ekosistem transportasi dan pariwisata sehingga keberadaan produk lokal menjadi berkelanjutan di ruang publik strategis.
Bunda Susanti menambahkan bahwa memilih bandara sebagai lokasi pameran adalah strategi deliberate karena arus penumpang dan wisatawan memberikan kesempatan eksposur yang tinggi.
“Dekranasda berharap partisipasi di lokasi strategis tersebut dapat mendorong peningkatan omzet UMKM dan memperkuat daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional,” tutur Bunda Susanti.
Dekranasda Kota Pangkalpinang mengajak masyarakat, pengguna jasa bandara, serta wisatawan untuk turut mendukung dengan membeli dan menggunakan produk asli karya pelaku usaha daerah.
“Dari bandara, produk lokal Pangkalpinang diharapkan bisa ikut ‘terbang’ lebih jauh ke pasar yang lebih luas,” ungkap Bunda Susanti.
Airport Local Pride Festival yang berlangsung sampai 4 Januari 2026 memberi kesempatan bagi pengunjung Bandara Depati Amir untuk melihat dan membeli langsung berbagai produk khas Bangka.
“Selain sebagai media promosi, acara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kreatif di Pangkalpinang,” pungkas Bunda Susanti.





