Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

TMMD ke-127 TNI AD Kebut Pembangunan Pulau Lepar, Jalan 5,5 Km Dibuka demi Akses Sawah Warga

PULAU LEPAR, GARUDAMERDEKA.ID — TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0432/Bangka Selatan kembali menunjukkan komitmennya membangun wilayah terpencil lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (22/2/2026).

Kehadiran Satgas TMMD membawa angin segar percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, fokus pembangunan diarahkan pada pembukaan jalan penghubung antardesa sepanjang 5,5 kilometer dengan lebar 7 meter lengkap dengan siring/drainase.

Selain itu, Satgas juga membangun rumah layak huni (RLTH), sumur bor untuk kebutuhan air bersih, serta memperbaiki fasilitas umum seperti mushola.

Komandan Kodim 0432/Basel, Agus Wicaksono, menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Lepar sebagai lokasi TMMD didasari kebutuhan mendesak masyarakat akan aksesibilitas, khususnya jalur menuju area persawahan.

“Keterisolasian wilayah menjadi kendala utama mobilitas warga. TMMD hadir untuk merajut asa, membangun konektivitas, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Kodim 0432/Basel Pelopori Swasembada Pangan, Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Kehidupan

Program yang berlangsung selama satu bulan ini sangat dinantikan warga. Pembangunan jalan dinilai akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya angkut hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pulau Lepar.

Meski dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu, pengerjaan terus dikebut siang dan malam. Saat hujan turun, pekerjaan sempat dihentikan demi keselamatan, namun ketika cuaca mendukung, Satgas TMMD memaksimalkan waktu agar seluruh target rampung.

“Kami optimistis saat penutupan TMMD nanti, pembangunan jalan dapat selesai 100 persen,” tambahnya.

Melalui TMMD ke-127 ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah rakyat, khususnya di wilayah terdepan dan terpencil, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mempercepat pembangunan dan mengatasi kesulitan masyarakat. (Eboy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!