Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Desa Rajik Bangun Benteng Anti Narkoba dengan APBDes Wujudkan Desa Bersinar 

BANGKA SELATAN — Pemerintah Desa (Pemdes) Rajik, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menunjukkan komitmen kuat dalam membentengi warganya dari ancaman narkoba.

Dengan menggunakan Dana Desa (APBDes) tahun 2025 sebesar Rp 17 juta, Desa Rajik menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Gedung Serba Guna Desa Rajik, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 dan tindak lanjut Forum Komunikasi P4GN, serta menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi Benteng Anti-Narkoba dan motor penggerak Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E., M.M sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi bertema: “Narkoba Musuh Kita.”

Dalam paparannya, ia membahas secara mendalam:

Definisi dan jenis-jenis narkoba,

Alasan narkoba dilarang dari aspek hukum dan kesehatan,

Dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan fisik,

Ciri remaja berisiko tinggi terpapar narkoba,

Strategi perlindungan terhadap generasi muda,

Serta upaya dan strategi BNN dalam mendukung P4GN di tingkat desa.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya:

Kapolsek Simpang Rimba,

Kepala Desa Rajik,

Babinsa dan Bhabinkamtibmas,

Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda,

BPD, pengurus Bumdes, pendamping desa,

Bidan desa, kepala Pustu, kader pemberdayaan masyarakat, dan pengurus koperasi desa.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, serta berbagi pengalaman lapangan terkait fenomena penyalahgunaan narkoba yang kini mulai menyentuh wilayah pedesaan.

Sebagai hasil dari diskusi tersebut, disepakati tiga komitmen strategis bersama antara BNNK Bangka Selatan dan peserta kegiatan:

Edukasi dan Ketahanan Diri Masyarakat: Sosialisasi dan edukasi harus terus digencarkan untuk memperkuat daya tangkal masyarakat, terutama generasi muda, terhadap narkoba.

Rehabilitasi Bagi Penyalahguna: Warga yang telah terlanjur terpapar narkoba harus diberikan kesempatan untuk pulih melalui layanan rehabilitasi.

Baca juga  Gubernur Hidayat Arsani dan PTA Teken MoU, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Babel

Dukungan pada Penegakan Hukum: Masyarakat siap membantu aparat dalam menindak tegas pengedar dan bandar narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

Komitmen ini menjadi pondasi awal menuju Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemdes Rajik yang dengan berani dan serius memprioritaskan P4GN melalui anggaran desa.

“Pemdes Rajik telah membuktikan bahwa perang melawan narkoba tidak harus menunggu dari atas. Justru dari desa-lah kita bisa membangun ketahanan bangsa. Terima kasih atas keberanian dan kepedulian luar biasa ini,” ujar Hendra Amoer.

Ia juga mendorong agar langkah Desa Rajik menjadi role model bagi desa-desa lain di Bangka Selatan dan Bangka Belitung untuk ikut serta dalam gerakan Desa Bersinar.

Kepala Desa Rajik menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab Pemdes dalam mendukung visi besar AstaCita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya pada aspek pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berkarakter.

Dukungan dari APBDesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) juga memperkuat keberanian desa untuk menggunakan Dana Desa dalam program P4GN.

“Kami ingin melindungi anak-anak dan generasi muda kami. Pencegahan narkoba bukan hanya urusan polisi atau pemerintah pusat. Ini juga tanggung jawab desa,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan partisipasi, sosialisasi, pemasangan spanduk-spanduk dan media informasi bahaya narkoba. Desa Rajik kini berdiri sebagai benteng pertama dalam melawan narkoba. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti di Desa Rajik, tapi meluas ke desa-desa lainnya.

“Upaya ini menjadi bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana desa menjadi pilar utama pembangunan bangsa yang sehat, kuat, dan bebas dari narkoba,” pungkas Hendra Amoer.

(Eboy)

#infobnn_ri

#indonesiabersinar

#indonesiadrugfree

#baselbersinar

#bnnkbangkaselatan

#asakkawakitepacak

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!