MenKop Budi Arie dan Gubernur Hidayat Arsani Satukan Visi Majukan UMKM Babel di Gala Dinner

PANGKALPINANG – Upaya mendorong kemajuan koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memasuki babak baru.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, bersama Gubernur Babel, Hidayat Arsani, menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Komitmen tersebut tercermin dalam Gala Dinner yang digelar di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center, Pangkalpinang, pada Selasa malam (15/7/2025).
Acara ini bukan sekadar jamuan formal dalam rangkaian kunjungan kerja MenKop UKM RI ke Babel, tetapi menjadi simbol pertemuan strategis yang menjembatani arah kebijakan pusat dan kebutuhan nyata di daerah.
Gubernur Hidayat Arsani membuka acara dengan cara yang tak biasa, menyanyikan lagu “Demi Cinta” dari Kerispatih di hadapan tamu undangan yang terdiri dari jajaran Forkopimda, kepala OPD, pelaku UMKM, hingga tokoh perempuan seperti Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, dan istri Menkop UKM RI, Dina Budi Arie.
“Perkoperasian dan UMKM di Babel harus maju agar rakyat sejahtera. Semoga kedatangan Pak Budi Arie bisa menjadi pemicu percepatan itu,” ujar Gubernur Hidayat, yang kemudian melanjutkan dengan lagu “Dinding Pemisah”, menandai kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.
Menteri Budi Arie pun membalas kehangatan tersebut dengan naik ke panggung, berduet membawakan lagu “Aku Rindu”.
Dalam suasana penuh tawa dan tepuk tangan, sejumlah lagu lainnya turut dibawakan “Terajana”, “Tidak Semua Laki-Laki”, hingga “Semalam di Malaysia” menjadikan malam itu lebih dari sekadar seremoni, tetapi juga ruang komunikasi informal yang sarat makna strategis.
Di balik lantunan musik dan suasana akrab, berlangsung diplomasi yang tak kalah penting. Gubernur dan Menteri tengah menyampaikan pesan bahwa pengembangan koperasi dan UMKM membutuhkan pendekatan lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan.
Mereka menyadari, tanpa koordinasi dan sinergi yang harmonis antara pusat dan daerah, keberhasilan pemberdayaan UMKM akan sulit tercapai secara menyeluruh.
Dalam pernyataan resminya, Menkop UKM RI, Budi Arie Setiadi, menekankan bahwa sektor UMKM menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang lebih dari 60 persen PDB Indonesia. Oleh karena itu, Babel sebagai provinsi kepulauan yang kaya potensi, harus menjadi bagian dari transformasi besar tersebut.
“Kita ingin UMKM naik kelas, tidak hanya bertahan tetapi tumbuh. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program-program nasional seperti pembiayaan, pelatihan, hingga digitalisasi benar-benar menyentuh akar rumput,” ujar Budi Arie.
Pemerintah pusat melalui Kemenkop UKM telah menyiapkan berbagai instrumen dukungan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pendampingan berbasis sektor unggulan daerah, hingga platform digital untuk pemasaran produk.
Namun tanpa dukungan dan inisiatif daerah, program-program tersebut tidak akan efektif menyentuh pelaku usaha mikro di pelosok desa.
Gubernur Hidayat Arsani pun menyambut ajakan sinergi itu. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Babel berkomitmen memperkuat fungsi koperasi sebagai motor penggerak ekonomi komunitas, serta mendorong UMKM lokal untuk go digital, go ekspor, dan terintegrasi dalam rantai pasok nasional.
“Ini bukan soal siapa yang paling bekerja, tapi bagaimana kita bekerja bersama. Saya dan Pak Menteri sepakat, UMKM harus dilihat sebagai kekuatan ekonomi masa depan. Dan kita harus memfasilitasi itu dari semua sisi,” tegas Hidayat Arsani.
Kunjungan kerja Menkop UKM RI ke Bangka Belitung sendiri mencakup serangkaian agenda penting, seperti dialog dengan pelaku UMKM, peninjauan koperasi unggulan, hingga peluncuran program pendampingan terpadu.
Gala Dinner menjadi salah satu momen penutup yang paling berkesan, di mana kepemimpinan yang visioner dipadukan dengan pendekatan yang hangat dan merakyat.
Keselarasan antara Budi Arie dan Hidayat Arsani menunjukkan bahwa kolaborasi strategis tidak harus selalu terwujud dalam forum-forum teknokratis. Justru lewat komunikasi yang tulus, suasana kebersamaan, dan pemahaman antar pemimpin, lahirlah kesepahaman yang mampu mempercepat eksekusi kebijakan di lapangan.
Dengan harmonisasi visi antara pusat dan daerah, Bangka Belitung kini berada di jalur yang lebih pasti untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM sebagai fondasi kuat bagi ekonomi kerakyatan dan kemandirian daerah. (Yud)





