Ketua DPRD Didit Srigusjaya Pastikan Listrik Babel Aman, Isu PLN Padam 7 Hari Hoaks

PANGKALPINANG, GARUDA MERDEKA.ID — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa isu pemadaman listrik selama tujuh hari yang beredar di masyarakat adalah tidak benar alias hoaks. Ia memastikan pasokan listrik di Bangka Belitung dalam kondisi aman menjelang perayaan Imlek, Bulan Suci Ramadan, hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Didit menyampaikan, PT PLN (Persero) telah memberikan komitmen kuat untuk menjaga keandalan pasokan listrik tanpa adanya pemadaman selama momen-momen penting tersebut.
“Tidak ada pemadaman. Isu itu tidak benar dan tidak perlu lagi didengar,” tegas Didit, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, kapasitas listrik yang disiapkan PLN mencapai 12 megawatt (MW) di Pulau Belitung dan 25 MW di Pulau Bangka, sehingga total daya hampir 37 MW. Pasokan tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bangka Belitung.
Terkait gangguan teknis yang sempat terjadi pada jaringan bawah laut, Didit memastikan persoalan tersebut telah ditangani dan diperbaiki, sehingga sistem kelistrikan kembali stabil.
Selain itu, DPRD Bangka Belitung juga meminta agar seluruh kegiatan pemeliharaan jaringan diselesaikan sebelum Ramadan, mengingat proses perawatan berpotensi menimbulkan pemadaman sementara hingga tiga jam.
“PLN sepakat pemeliharaan dilakukan lebih awal agar ibadah masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Didit menambahkan, audiensi DPRD dengan PLN merupakan langkah antisipatif untuk memastikan tidak muncul keresahan di tengah masyarakat akibat informasi yang tidak benar. Hasilnya, DPRD memastikan penerangan selama Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri berjalan normal seperti hari biasa.
Sementara itu, Senior Manager Perencanaan PLN, Ery J. Pratama, menyampaikan bahwa seluruh potensi gangguan telah diantisipasi sejak jauh hari, termasuk kendala pasokan listrik dari Sumatera.
“Gangguan transfer dari Sumatera sudah kami antisipasi dengan penambahan pembangkit di sistem Bangka dan Belitung, serta penyelesaian perbaikan transmisi dan gardu. Seluruhnya sudah tuntas,” jelas Ery.
Dari sisi kecukupan daya, PLN mencatat cadangan listrik di Pulau Bangka mencapai lebih dari 100 MW, sementara di Pulau Belitung sekitar 30 MW. Kondisi ini telah memenuhi standar N-1, sehingga sistem tetap aman meski salah satu pembangkit mengalami gangguan.
PLN juga menetapkan status siaga Ramadan dan Idulfitri dengan fokus pengamanan pasokan listrik di titik-titik prioritas seperti masjid, pusat keramaian, dan kawasan industri.
Untuk mendukung layanan 24 jam, PLN menyiapkan sekitar 1.000 personel yang terdiri dari pegawai, tenaga teknis, dan mitra vendor. Personel tersebut disebar di sekitar 300 posko siaga yang beroperasi dengan sistem shift.
Dengan kesiapan tersebut, PLN memastikan masyarakat Bangka Belitung dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik. (YG)





