Bangka BaratBangka BelitungBerandaBerita

Tutup Rangkaian HUT ke-25 Babel, Gubernur Hidayat Arsani Salurkan Sembako di Bangka Barat

BANGKA BARAT, GARUDA MERDEKA.ID — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan aksi berbagi sembako kepada masyarakat di enam titik Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan itu merupakan kelanjutan dari pembagian paket sembako yang telah dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota se-Babel dalam beberapa pekan terakhir.

Enam titik yang dikunjungi Gubernur Hidayat bersama jajaran Pemerintah Provinsi adalah:

Balai Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang;

Balai Desa Rukam, Kecamatan Jebus;

Balai Desa Semulut, Kecamatan Parittiga;

Balai Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa;

Balai Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip;

Balai Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Bersama untuk Babel Berdaya” tersebut menyalurkan belasan ribu paket sembako berupa beras kepada warga penerima manfaat di seluruh provinsi.

Hingga penutupan rangkaian di Bangka Barat, penyaluran telah menyentuh masyarakat di Kota Pangkalpinang, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka, Belitung, Belitung Timur, dan Bangka Barat.

“Hari ini kita fokus di Bangka Barat. Hampir satu bulan terakhir kami berkeliling dari desa ke desa untuk berbagi. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan lebih ditingkatkan, agar seluruh lapisan masyarakat tahu dan selalu mengingat hari jadi provinsi yang kita cintai ini,” kata Gubernur Hidayat Arsani saat menyerahkan bantuan.

Gubernur Hidayat Arsani menambahkan bahwa pembagian sembako ini merupakan bentuk konkret keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar penerimaan bantuan dilihat sebagai simbol niat dan kehadiran pemerintah, bukan sekadar nilai materi.

“Hari ini tepat 7 bulan 20 hari saya mengabdi untuk Babel. Bantuan sembako ini hak rakyat dan kami berikan sepenuhnya untuk rakyat. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui momen ulang tahun provinsi, tetapi benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka,” ujar Hidayat Arsani.

Baca juga  Timgab Sikat Tambang Ilegal, 9 Ponton TI Selam Diamankan di Toboali

Di setiap lokasi, kunjungan Gubernur disambut antusias oleh warga. Di Desa Penyampak, ratusan warga hadir menyambut penyaluran bantuan. Tokoh agama setempat, Abdulrohim, mengapresiasi langkah Pemprov.

“Bantuan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat kami. Semoga Bangka Belitung semakin maju dan sejahtera,” ungkap Abdulrohim.

Kepala Desa Rukam, Raharjo, menyampaikan kebanggaannya karena desanya menjadi bagian dari penutup rangkaian HUT.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Pak Gubernur. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi masyarakat kami,” kata Raharjo.

Di Desa Semulut, Kepala Desa Gusti dan warga lansia seperti Fahmi (62) menyatakan bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah hadir langsung ke desa kami,” tandas Fahmi.

Sementara di Desa Pangkalberas, Fitri, salah satu penerima, mengucapkan syukur atas perhatian tersebut. Kepala Desa Berang, Beni Bastari, juga berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Beni.

Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa usia 25 tahun bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah perjalanan panjang yang harus dimaknai dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta upaya memperkuat solidaritas sosial.

Ia juga mengakui bahwa bantuan sembako tidak akan menyelesaikan semua masalah ekonomi, namun melihatnya sebagai salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi jangka pendek sambil mendorong kebijakan dan program yang memberi manfaat berkelanjutan.

Penutupan rangkaian pembagian sembako di Bangka Barat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah Babel. (Ayi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!